Dra. Yustinah, M.Pd.

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya

LITERASI DI SAGUSABU, SOLUSI EFEKTIF PROGRAM PENINGKATAN GURU

Literasi berasal dari kata literature, dalam bahasa Inggris, yang berarti kesusastraan, kepustakaan. Istilah ini berkembang menjadi kemampuan individu dalam mengolah informasi atau membaca wacana lisan dan tulis. Kemampuan individu dalam mengolah informasi tidak lepas dari keterampilan berbahasa sebagai media, baik bahasa verbal maupun bahasa nonverbal.

Literasi juga dimaknai sebagai kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan kegiatan membaca dan menulis. Dalam hal ini literasi menjadi sebuah cara memahami makna tanda, gambar, tulisan dengan mengerahkan segala kemampuan. Pemahaman ini membutuhkan serangkaian pengetahuan yang komplek antara lain kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor.

Kegiatan literasi mempunyai persyaratan sebagai berikut.

1. Ada kesadaran

Berbicara masalah kesadaran, adalah berbicara tentang pemahaman diri seseoraang untuk melihat kemampuan yang dimilikinya. Dalam dunia pendidikan, hendaknya ditanamkan pemahaman peserta didik tentang literasi, Untuk menumbuhkan kesadaran ini diperlukan pelatihan serta pembiasaan. Dengan pembiasaan, peserta akan terbiasa, sehingga mereka melakukannya tanpa paksaan atau tekanan

2. Melek huruf

Seseorang yang sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya literasi kita harus melek huruf. Melek huruf diartikan tahu cara merangkai huruf, merangkai kata serta memaknai atau dapat membaca dengan baik. Termasuk di dalamnya menilai sesuatu bukti dan fakta yang sudah dibaca, agar tidak menimbulkan kesalahan dalam menafsirkan sebuah informasi

3. Tidak menjatuhkan

Kebiasaan tidak menjatuhkan memandang sesuatu berdasarkan kacamata sendiri tanpa mau melihat cara pandang orang lain. Jika seseorang memiliki penilaian yang demikian akan sangat mudah memancing konflik baik vertikal maupun horisontal. Karena dalam memaknai kalimat, kata atau lambang diperlukan wawasan yang luas

4. Mudah menyimpulkan

Dalam memaknai sebuah wacana dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan yang matang, agar tidak salah ketika menyampaikan informasi kepada orang lain. Kesimpulan yang terburu-buru tidak akan menghasilkan kesimpulan yang benar dan tepat. Dalam menyimpulkan tulisan/situasi/gambar/data diperlukan penalaran yang cukup dan kemampuan melogika secara cermat. Demikian pentingnya literasi, mari jadikan jargon dalam diri kita.

Yustinah adalah peserta sagusabu Kudus

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Dahsyat

12 Jul
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali